Panorama Cinta

Mengulas seputar masalah cinta dan sekitarnya bersama drc.slam dalam ajang curhat silakan layangkan email ke slamoke2006@yahoo.co.id atau online di slamoke2005@yahoo.co.id

Sunday, May 07, 2006

Aku Patah Hati

Hari ini negeri yang kucintai dengan sepenuh hatiku telah menyia-nyiakan cintaku. Sebelumnya dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati kunyatakan dan kukatakan cinta pada negeri ini. Kugantungkan semua harapan dan cita pada negeri ini. Tapi negeri ini telah mematahkan hatiku, kobaran api asmara yang bersemayam dihatiku tiba tiba padam.
Sebuah tontonan ditelevisi telah membuat aku ragu dan menjerit, haruskah aku mencintai negeri ini, yang mana aktor aktor pendidikan sudah menyalahgunakan perannya.
Mereka tak bisa memerankan peran sesuai dengan sesuai dengan naskah.
Tokoh yang seharusnya diperankan dengan heroik, tanpa pamrih berubah menjadi tokoh yang lemah, dan rakus. Lemah karena dia menjual imannya dan rakus oleh tumpukan tumpukan kertas yang bertuliskan angka angka yang bilamana sang sutradara sudah menghentikan perannya maka tak ada artinya tumpukan tuympukan kertas tersebut. Apakah hanya aktor pendidikan saja yang mencemari kesucian negeri ini.
Tidak!!
Masih banyak aktor aktor bahkan pemain pemain dibalik layar pun turut andil dalam pemerkosaan negeri ini.
Negeri ini telah digilir oleh oknum oknum yang mengaku sebagai tiang - tiang bangsa. Hingga negeri ini pun mengandung benih benih yang kelak pada waktu dilahirkan akan mempertanyakan dimana bapak pertiwi dan ibu pertiwinya.
Aku menangis karena dengan segepok uang orang bisa mendapatakan ijazah tanpa harus mengalami proses belajaryang memakan waktu, padahal disudut lain masih ada orang yang ingin mengenyam bangku sekolah terpaksa harus menahan keinginannya gara gara mereka tak punya uang sepeserpun untuk biaya sekolah.

Salah siapakah ini ?

Salahkah aktor aktor itu atau salahkah orang yang berduit yang hanya bisa membeli barang barang siap saji
Entahlah aku tak tahu, tanyakan pada negeri ini, Negeri yang telah menyakitiku dan mematahkan hatiku.
Semoga sang sutradara mau mengubah naskah yang sudah banyak coretan ini.

Padamu negeri kami berjanji
padamu negeri kami berbakti
padamu negeri kami mengabdi
bagimu negeri jiwa raga kami

masihkah lagu ini menjadi soundtrack negeri ini

2 Comments:

Anonymous yoen said...

jadilah penulis yg jujur....
jujur pada pembaca...juga pada diri sendiri....:)
moga sukses ya.....

2:19 AM  
Anonymous Anonymous said...

Yang Indonesia butuhkan adalah semangat fasisme yg dimiliki bangsa Italia!Sesudah PD 1 Italia dlm keadaan porak poranda akibat perang..muncul seorang benito mussolini yg mengingatkan bangsa Italia bhw jmn dahulu italia adlh bangsa hebat dgn kekaisaran romawinya.hasilnya?kondisi italia pulih spt masa seblm PD 1 hanya dlm waktu 3 bulan!sayangnya mussolini lupa diri &bergabung dg Hitler...
Kerajaan Majapahit pd masa jayanya hny bs dibandingkan dg kekaisaran cina dan Romawi...tapi ironisnya bangsa Indonesia sudah lupa......

2:36 AM  

Post a Comment

<< Home